Wajib Tahu, Pertanyaan yang Tidak Boleh Ditanyakan pada Ibu Baru

Ibu dan Anak. FOTO/Pixabay

Ibu dan Anak. FOTO/Pixabay

Kondisi fisik dan mental ibu pasca persalinan pasti sangat lelah. Status baru yang dijalankan bukan sesuatu yang mudah, wajar jika kondisi emosional lebih sensitif. Setelah lelah dengan proses persalinan, ibu baru dihadapkan bagaimana mengurus bayi, proses menyusui yang tidak mudah dan lain-lain. Tak jarang karena merasa lelah dan stress ibu bisa mengalami baby blues. Penting bagi orang sekitar untuk memberi dukungan.

Namun, tak jarang ibu baru justru mendapat tekanan dari orang-orang disekitarnya. Salah satu tekanan yang sering tidak disadari dan sering dilakukan orang sekitar adalah pertanyaan yang dianggap sebagai basa-basi, pertanyaan yang dianggap sebagai saran, pertanyaan yang dianggap sebagai nasehat. Penting bagi kita menghindari beberapa pertanyaan yang membuat ibu baru merasa tidak nyaman, berikut beberapa pertanyaan yang dilansir dari laman Parents.

Tidur saja saat bayi sedang tidur

Terdengar sangat sepele dan tidak ada masalah. Namun nasehat yang terdengar bijak ini sulit dilakukan, ibu perlu melakukan kegiatan lain saat bayi sedang tidur.  Ada pekerjaan yang mungkin harus diselesaikan ibu. Daripada berkata “lelah banget ya. Makanya, ikutan tidur kalo anak sedang tidur,” lebih baik tawarkan bantuan “istirahatlah, kira-kira apa yang bisa  dibantu?,”. Karena dengan nasehat tanpa solusi hanya akan membuat ibu menyalahkan keadaan dan situasinya saat itu. Misalnya menyesali menjadi ibu atau menyesali pernikahannya.

Bayimu sering menangis

Semua bayi pasti akan menangis karena itu bentuk komunikasi  dan responnya. Ketika seseorang mengatakan “Kok bayimu menangis terus, rewel ya,”  maka ibu baru akan berfikir bahwa dirinya gagal menjadi ibu dan tidak bisa mengurus bayinya. Daripada berkata seperti itu, ada baiknya jika  sudah berpengalaman mengurus bayi mencoba bantu menenangkan.

Semakin  besar semakin susah

Ketika  ibu baru mengalami fase bayinya susah ditidurkan, terus menerus minta disusui, maunya digendong saja. Harapan terbesar ibu setelah melewati fase itu bayinya akan  semakin tenang dan lebih bisa diajak kompromi.  Namun, terkadang ada beberapa orang sekitar yang justru mengatakan “nanti tambah  besar  malah  semakin rewel, engga gampang,”.   Daripada membuat ibu frustasi, sebaiknya berikan afirmasi positif karena kenyataanya setelah ibu terbiasa mengurus bayi dan tau kebiasaan bayinya justru bayi akan merasa nyaman dan tenang.

Soal kembali bekerja

Pertanyaan soal kembali bekerja cukup sensitif bagi ibu baru. Disatu sisi seorang ibu pasti ingin memiliki waktu yang cukup bersama bayinya, namun disisi lain ragu jika kembali bekerja dan menitipkan anak kepada pengasuh. “kapan kembali kerja?,” “kok cepet banget balik kerja, engga kasian sama anak?” atau “sayang loh karirnya, kalo ditinggalin gitu aja,” beberapa pertanyaan seperti itu sebaiknya tidak perlu ditanyakan selain membuat ibu baru tertekan juga akan mengurangi rasa percaya dirinya. Akan ada pemikiran jika tidak kembali bekerja dan memilih mengasuh anak dianggap tidak bekerja, padahal mengasuh anak juga pekerjaan dan peran ibu.

Bayimu tidak mirip denganmu

Seperti candaan ringan ketika ada yang basa basi “wajahnya tidak mirip kamu ya, yakin itu anakmu?”, “Dia engga mirip kamu, lebih mirip ibunya jangan-jangan bukan anak sama kamu,”. Candaan seperti itu sangat tidak lucu. Ada beberapa orang yang dapat menerimanya dengan senyuman tapi tak sedikit yang sensitif dan tersinggung. Maka  berhati-hati saat membuat candaan.

Menyusui  bayi

Salah  satu bagian paling sensitif bagi  ibu baru adalah keputusan menyusui dan memberi ASI atau  dengan tambahan susu formula. “kok pakai susu formula?” “harus ASI agar gak gampang sakit,” “jangan  malas menyusui, nanti kurus bayinya,”. Para ahli memang merekomendasikan pemberian  ASI eksklusif selama 6 bulan, namun  tidak semua ibu memutuskan demikian, karena kita tidak pernah tau apa masalah yang dihadapi ibu baru sehingga memutuskan untuk memberi tambahan susu formula, jangan membuatnya menganggap keputusan yang diambil buruk. Simpan saja pertanyaan itu, kecuali memang anda diajak sharing.

Kenaikan berat badan

Butuh waktu dan proses bagi ibu untuk kembali pada bentuk badan semula setalah melahirkan. Disatu sisi ibu tentu belum memutuskan untuk diet ketat dan olahraga berat karena masih  proses recovery dan memastikan nutrisi bayi tercukupi. “naik berapa kilo kamu?”, “badanmu sekarang lebih  berisi,” “gendutan ya sekarang,”.  Hindari kalimat-kalimat itu selain bisa membuat tersinggung juga termasuk body shaming.

Itulah beberapa kalimat dan pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan dan dibuat basa basi. Karena tidak semua orang bisa menerima dan merespon dengan candaan.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *