Wajib Tahu, Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Anak makan. FOTO/Pixabay

Anak makan. FOTO/Pixabay

Orang tua yang menghadapi anak susah makan biasanya cenderung sangat bersedih dan frustasi. Sangat wajar ketika orang tua khawatir anaknya kekurangan nutrisi hingga berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Anak biasanya mulai susah makan ketika usia diatas 1 tahun hingga 5 tahun.

Sebenarnya menolak untuk makan sangat wajar dan normal dialami anak-anak. Secara umum biasanya karena mereka memang tidak menyukai makanannya, belum lapar, malas mencoba menu baru. Namun, hal ini tidak boleh dibiarkan, orang tua tetap harus memberi dorongan agar anak tetap mau makan agar tidak menjadi kebiasaan buruk ketika dirinya tumbuh dewasa.

Penyebab anak tidak mau makan

Beberapa konsep dasar dan alasan anak menolak untuk makan atau sebenarnya mereka mau makan namun dengan porsi yang lebih sedikit dari yang ditawarkan orang tua. Dilansir dari laman Children Nutrition, berikut beberapa alasan mengapa anak balita cenderung susah makan.

  1. Pertumbuhan

Orang tua mungkin akan kaget karena diusia satu tahun pertama bayi akan menerima makanan apapun yang diberikan ibu. Pertumbuhan dan berat badannya juga cepat meningkat. Misalnya saat usia 4 bulan hingga 6 bulan bayi akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan, berbeda setelah anak memasuki usia diatas 1 tahun. Memasuki usia 2 tahun pertumbuhan anak lebih lambat maka kebutuhan nutrisi lebih rendah dan nafsu makan berkurang.

  1. Food Neophobia

Artinya anak takut mencoba makanan baru. Hal ini normal dalam fase perkembangan anak. Orang tua tidak bisa memaksakan anak, namun fase ini tidak akan terjadi selamanya. Cara yang bisa dilakukan agar anak merasa yakin dengan makanan tersebut adalah dengan memberinya contoh. Makan bersama dengan menu yang sama.

  1. Temperamen Anak

Diusia ini anak memiliki keinginan yang kuat untuk mengendalikan dirinya, menolak, melawan, serta merasa memiliki otoritas dan kekuasaan pada diri sendiri. Semua itu dilakukan agar orang tua dan orang-orang disekitarnya mengetahui bahwa dirinya mandiri, biasanya fase ini disebut terrible two. Mereka menolak makan karena ingin bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

  1. Rasa

Bayi dan balita memilki indra perasa yang dominan pada rasa manis, ini merupakan kondisi alamiah mereka untuk mencari ASI. Untuk rasa asam dan pahit mereka harus mempelajarinya, menurut penelitian 70% anak-anak usia prasekolah sensitif terhadap senyawa pahit yang ada pada sayuran hijau dan buah. Itulah sebabnya mereka menolak.

  1. Proses belajar makan & ketrampilan terbatas

Anak-anak dan balita sedang belajar cara makan yang benar untuk mengasah ketrampilannya. Pertama, mempelajari tekstur makanan ada anak yang mau makan daging ada pula yang menolak ini terjadi karena proses pengunyahan, makanya ada beberapa anak yang telah mengunyah dengan lama namun meludahkannya ini adalah proses perkembangan ketrampilan. Kedua, adaptasi dengan lingkungan tempat mereka makan itulah alasannya mengapa balita cenderung memilih tempat yang sama saat makan.

  1. Preferensi makanan berwarna krem

Pernah ibu berfikir kenapa anak-anak sering memilih nugget, roti, fish finger, keripik, kerupuk, dan kue? Alasan utamanya makanan yang diproses lebih mudah untuk anak mereka tidak perlu bekerja keras untuk mengunyah sebelum ditelan. Kedua makanan tersebut berbahan tepung sumber karbohidrat yang disukai anak. Perkembangan otak anak yang sangat pesat diusia balita memang disetting menyukai karbohidrat tersebut untuk mendukung perkembangannya. Ketiga soal rasa yang tidak akan berubah, makanan yang diproses dengan bahan dasar tepung memiliki rasa dan tekstur yang sama sehingga anak tidak perlu repot beradaptasi.

  1. Nafsu makan

Nafsu makan biasanya berkaitan dengan jeda waktu makan berat dan makan camilan. Ketika anak sudah konsumsi camilan, mereka cenderung kehilangan nafsu makan.

  1. Sakit

Ketika anak tumbuh gigi mereka akan kesakitan tidak nyaman dan tidak nafsu makan. Tidak hanya sakit gigi, sakit karena lututnya tergores akibat jatuh juga dapat mengurangi nafsu makan anak.

  1. Posisi

Posisi yang kurang nyaman juga berpengaruh terhadap konsentrasi saat anak makan. Anak butuh stabilitas dengan posisi duduk yang benar, duduk diatas kursi yang layak memungkinkan pinggul, lutut, dan kaki ditopang dengan sudut 90 derajat sehingga anak nyaman.

  1. Distraksi

Banyak orang tua memilih menyuapi anak sambil membawa gadget, menonton TV, dan membawa mainan dengan alasan mereka akan lebih banyak menghabiskan makanannya. Sebenarnya cara ini tidak dapat dibenarkan sepenuhnya, dengan distraksi anak tidak sedang belajar bagaimana makan adalah respon terhadap rasa lapar. Ini berarti anak makan tidak dengan berfikir dan tidak ada interaksi dengan makanannya. Sehingga anak gagal belajar ketrampilan soal cara makan.

  1. Tekanan

Terlalu memaksa anak akan membuatnya semakin tidak nafsu makan. Orang tua cenderung melontarkan ancaman jika anak tidak mau makan, dan akan memberinya hadiah jika mau makan. Sehingga anak berfikir waktu makan adalah waktu yang sangat menakutkan.

  1. Kelelahan

Rasa lelah salah satu faktor yang membuat anak malas makan, biasanya terjadi pada saat makan malam. Anak cenderung malas untuk mengunyah, kalaupun mau makan mereka hanya ingin makan makanan olahan seperti nugget ayam atau roti yang tidak memerlukan usaha keras dalam mengunyah.

Cara mengatasi anak susah makan

Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua agar anak mau makan dan merespon rasa laparnya berikut beberapa tips yang dirangkum dari laman Parents dan Healthline.

  1. Batasi memberikan camilan

Sebaiknya jangan memberikan camilan disaat waktu makan sudah dekat. Setidaknya ada jeda satu jam sebelum makan. Untuk anak usia pra sekolah jeda harus lebih lama sekitar 2 hingga 3 jam.

  1. Berikan makanan yang disukai

Sajikan makanan yang sama dengan apa yang kita makan, namun tetap sajikan satu menu yang disukainya. Makan bersama akan membuatnya mencoba menu yang lain. Jika anak menolak dan meminta makanan lain jelaskan bahwa itulah yang kita punya dan semua makan makanan tersebut.

  1. Tetap tenang

Jangan emosi jika anak menolak untuk makan, tapi tetap libatkan anak ketika orang tua sedang makan dan duduk bersama. Ketika anak hanya mengambil satu suapan dan mengakhirinya jangan marah, biarkan dulu dan tunggu waktu makan berikutnya. Emosi hanya akan memperburuk keadaan.

  1. Libatkan anak dalam mempersiapkan makanan

Agar anak bersemangat libatkan anak dalam proses mempersiapkan makanan. Bisa mengajaknya berbelanja dan bercerita bahan apa yang akan dibeli, lalu ajak memasak pastikan kondisi aman, lalu menyajikan dan makan bersama.

  1. Pahami pola makan anak

Bagaimana pola makan anak perlu dipelajari orang tua. Kapan waktu makan yang disenangi anak, sarapan, makan siang atau makan malam. Berikan asupan yang optimal disalah satunya namun dengan porsi yang wajar.

Itulah beberapa masalah yang terjadi pada anak mengapa anak menolak untuk makan. Orang tua wajib memahami konsepnya dan tetap konsisten dalam fase pembelajaran anak dalam mengasah ketrampilannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *