Tips Menyapih Anak tanpa Rewel, Baik dari Payudara maupun Botol

Drinking Milk. FOTO/Pixabay

Drinking Milk. FOTO/Pixabay

Menyapih memang bukan hal mudah namun bukan beerarti tidak mungkin. Bagaimanapun juga setelah anak berusia 2 tahun ibu perlu menyapihnya agar anak bisa belajar mandiri. Menyapih memang tidak bisa dilakukan secara langsung, perlu proses dan waktu agar anak tidak rewel dan trauma.

Perlu ibu tahu menyapih terbagi menjadi dua menyapih, dari payudara dan menyapih dari botol. Keduanya tidak mudah, sama-sama butuh komitmen dan kesabaran. Ada dua pertimbangan besar saat ibu mulai menyapih yaitu kebutuhan nutrisi dan kondisi emosional.

Menurut Konsultan Laktasi (IBCLC) Leigh Anne O’Connor, sebelum menyapih anak dari payudara ataupun botol pastikan anak sudah bisa duduk dan memegang gelas atau cangkir untuk minum. Selain itu perhatikan apakah anak sudah mendapat cukup nutrisi dari sumber lain misalnya menggantinya dengan susu formula. Pastikan menemukan susu pengganti yang tepat agar tidak menyebabkan alergi pada anak. Selanjutnya perhatikan usia anak, tidak dianjurkan menyapih anak diusia 1 tahun kebawah.

Menyapih dari payudara

  1. Jangan menyapih anak secara mendadak

Sebaiknya ibu tidak melakukan secara mendadak agar anak tidak kaget dan rewel. Ikuti naluri ibu, ingat tidak dianjurkan untuk menjebak anak dengan mengoleskan sesuatu ke puting atau payudara agar anak berhenti menyusu hal itu akan membuatnya trauma dan gangguan psikologis. Lakukan saja  dengan santai.

  1. Kurangi frekuensi secara bertahap

Mengurangi frekuensi bukan berarti langsung dilakukan secara drastis. Jika dalam satu hari anak akan menyusu pagi, siang, dan malam maka kurangi durasi dan frekuensinya. Menurut Dr Greene, dihari pertama ibu bisa memberikan ASI kepada anak dengan mengurangi durasi, dihari kedua skip memberinya di pagi hari, hari ketiga skip juga di siang hari, begitu seterusnya hingga anak benar-benar berhenti dan beralih menggunakan gelas untuk minum.

  1. Libatkan ayah

Peran ayah sangat dibutuhkan untuk membantu ibu saat menyapih. Ketika anak rewel dan menangis ayah bisa mengajaknya bermain karena mngkin anak akan merasa sangat kesal dengan ibu yang tidak menurutinya. Peran ayah dapat menghibur namun tetap dengan negosiasi agar anak percaya apa yang dilakukan ibunya sudah tepat.

  1. Berikan perhatian lebih

Kebiasaan menyusui yang dilakukan ibu dan anak adalah bonding yang sangat kuat, pelukan, skin to skin, belaian dan lainnya. Ketika sudah mulai menyapih, tetap berikan perhatian itu kepada anak tetaplah memeluknya, mencium dengan kasih sayang agar anak tetap merasa nyaman.

  1. Alihkan perhatian anak

Mengalihkan perhatian anak bisa dilakukan dengan memberinya mainan yang menarik atau mengajaknya bermain game ketika dirinya mulai merengek. Selain itu orang tua juga bisa memberinya makanan dan snack cukup nutrisi yang disukai anak.

Menyapih dari botol

  1. Berhenti sebelum usia 18 bulan

Penggunaan botol jangka panjang menyebabkan kerusakan gigi pada anak apalagi untuk anak yang meminum susu dengan botol hingga tertidur. Menurut penelitian, memberikan susu didalam botol lebih dari 18 bulan memberikan risiko anak kekeurangan zat besi dan anemia. Dr. Greene juga menyarankan segera ganti pemberian susu formula atau ASI dengan gelas ketika anak sudah memasuki usia 18 bulan.

  1. Perkenalkan cangkir sippy

Perkenalkan anak dengan cangkir sippy setelah berusia satu tahun agar anak terbiasa untuk memagangnya. Lakukan dengan sabar dan konsisten.

  1. Kurangi penggunaan botol

Jangan selalu menuruti keinginan anak untuk menggunakan botol, kurangi penggunaannya. Jika anak meminta susu tawarkan cangkir sippy. Lakukan secara bertahap.

Itulah beberapa tips menyapih anak agar tidak rewel. Pastikan dilakukan secara konsisten dan tetap sabar. Jangan terlalu memaksakan anak karena menyapih butuh proses yang panjang dan melibatkan emosional anak.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *