Tidak Hanya Balita, Bayi Ternyata juga Mengalami Tantrum Begini Cara Mengatasinya

Bayi Menangis. FOTO/Pixabay

Bayi Menangis. FOTO/Pixabay

Apakah orang tua pernah menemui anak dibawah 1 tahun mengalami tantrum? Ternyata, tantrum tidak hanya dialami balita saja. umumnya tantrum terjadi pada anak usia 2-3 tahun dan mereda ketika memasuki usia 4 tahun.

Tantrum merupakan ekspresi kemarahan seperti teriakan, pukulan, tendangan, dan brguling-guling dilantai sambil menahan napas beberapa saat. Lalu bagaimana dengan bayi yang mengalami tantrum dan bagaimana cara menanganinya?

Dilansir dari laman Parents, Dr. William Sears menyebutkan, bayi yang mengalami tantrum memiliki kemauan keras dan cerdas. Alasan bayi marah diantaranya, dia tidak ingin melakukan sesuatu atau tidak bisa melakukan sesuatu yang dia inginkan. Selain itu karena bayi belum bisa mengungkapkan apa yang diinginkan.

Beberapa sifat bayi yang membuatnya mudah marah antara lain kreativitas, ketekunan, dan kepekaan. Beberapa sifat ini dianggap sebagai aset ketika dia tumbuh dewasa. Sehingga bisa saja tantrum yang dialaminya bentuk dari kenyamanan bayi saat ini. Walaupun tantrum tidak selamanya terjadi sampai dirinya berusia balita, beberapa bayi yang sering mengalami tantrum lebih mudah frustasi dibanding bayi lainnya.

Sebagai orang tua tentu akan panik melihat bayi yang mengamuk dan marah, tetaplah berfikir positif dan tenang saat menanganinya. Tanamkan pada diri orang tua bahwa tantrum yang dialami bayi sebagai bentuk perkembangannya.

Cara mengatasi tantrum pada bayi

  1. Langkah pertama membantu bayi untuk mengatasi ketidaknyamanannya adalah mengidentifikasi situasi yang membuatnya tidak nyaman. Biasanya karena lapar, tidak nyaman dengan lingkungan atau orang baru, kelelahan, dan aktifitas yang sulit dilakukannya tanpa bantuan.
  2. Setelah menegetahui apa penyebabnya baru lakukan tindakan. Contohnya, ketika bayi tantrum karena terjatuh dan ingin berusaha naik ke sofa, bantu dia untuk naik lagi ke sofa. Tidak hanya mengangkatnya ke sofa, orang tua bisa memberikan perhatian lebih dan meletakkan bantal dibawah agar bayi merasa aman dan nyaman.
  3. Ketika bayi mengamuk dan marah tanpa sebab ditandai dengan lengan dan kaki kaku, serta punggung melengkung coba lakukan pijatan pelan. Seperti mengelus punggung, lengan dan tangannya dengan penuh kasih sayang.
  4. Alihkan kemarahannya, sebelum bayi benar-benar marah coba alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bercanda dengan membuat ekspresi wajah lucu.

Sebagai orang tua, adalah satu-satunya penolong yang membantu bayi anda dan membuatnya merasa nyaman. Hindari untuk memarahinya dengan tindakan fisik ataupun verbal karena hal itu akan membuat situasi semakin buruk baginya. Setelah ketrampilan motorik dan verbal bayi berkembang, mereka akan lebih mudah mengekspresikan dan melakukan keinginannya dan lambat laun tantrum akan mereda.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *