Menjalani Hamil Kedua sambil Mengasuh Balita

Pregnant Belly. FOTO/Pixabay

Pregnant Belly. FOTO/Pixabay

Kehamilan kedua yang jaraknya berdekatan dengan kelahiran anak pertama memiliki tantangan lebih berat. Mungkin saat kehamilan pertama ibu bisa istirahat kapanpun atau setelah menyelesaikan pekerjaan profesional atau domestik, berbeda ketika hamil kedua yang tidak bisa istirahat setelah pekerjaan selesai. Ada tanggung jawab mengurus si sulung yang masih butuh perhatian penuh.

Akan ada banyak tantangan selama kehamilan sambil mengurus balita, bagaimana menghadapi morning sickness sambil membuat sarapan si sulung, ingin rebahan tapi harus menemani bermain, ketika naik turun tangga si sulung tetap minta digendong dan beberapa pengalaman menantang lainnya. Berikut beberapa cara ibu hamil survive sambil mengasuh balita yang dilansir dari laman VeryWell Family.

Membuat rencana yang matang

Jika ibu mengalami morning sickness cobalah mempersiapkan kebutuhan anak dimalam hari. Usahakan tidak terlalu repot dan bekerja berat dipagi hari. Menyiapkan sarapan yang simpel dan mudah agar tidak memperburuk kondisi ibu dipagi hari. Apalagi jika ibu mengalami insomnia selama hamil, maka butuh rencana dan dukungan yang ekstra. Jangan pernah ragu meminta bantuan pasangan.

Jangan memaksakan diri

Sebagai seorang ibu pasti risih melihat rumah yang tidak rapi, mainan si sulung berserakan, cucian yang menumpuk dan lain-lain. Namun ketika ibu sedang hamil kondisi fisik akan mudah lelah dan membuat beberapa pekerjaan terbengkalai. Berhentilah menuduh diri sendiri malas, dan coba percayakan pekerjaan tersebut ditangani secara bergantian dengan pasangan. Karena ibu tetap butuh istirahat disaat si sulung sedang tidur.

Bermain namun tetap santai

Cara paling mudah menemani balita bermain tapi tetap bisa beristirahat adalah memberinya gadget dan memutar video favoritnya, cara ini bisa dipilih namun perhatikan durasinya. Beberapa penelitian menyebutkan anak yang kecanduan gadget akan berdampak pada perilaku dan mentalnya. Cara lain adalah mengajaknya membaca buku mungkin mulut ibu akan capek tapi badan bisa rileks, bermain salon-salonan ibu sebagai pengunjung yang ingin creambath, dokter-dokteran anak sebagai dokternya dan ide lainnya yang bisa dilakukan sambil istirahat dan santai.

Meminta bantuan

Ketika kehamilan semakin membesar ibu akan sering mengalami kelelahan, sakit punggung dan beberapa keluhan lainnya. Jangan ragu meminta bantuan, cobalah menurunkan standar bahwa semua akan terkendali tanpa ibu bersusah payah memaksa diri. Tentu saja orang yang pertama kali dimintai bantuan adalah pasangan, bicarakan soal pekerjaan rumah, pengasuhan anak. Apakah suami sanggup melakukannya, jika memang suami juga kerepotan dengan pekerjaannya dorong suami untuk mencari alternatif lain misalnya meminta bantuan kepada keluarga terdekat seperti ibu, mertua, atau menyewa jasa.

Bicarakan juga rencana persalinan dan pasca persalinan, mengurus bayi dan balita tentu akan sangat melelahkan. Apalagi kondisi fisik dan mental ibu pasca persalinan sangat sensitif. Penting untuk memutuskan menyewa asisten rumah tangga atau meminta bantuan dari keluarga untuk membantu ibu. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan sikap saling pengertian antara suami istri.

Belajar multitasking         

Kesempatan seperti ini tidak semua orang mengalami, ibu bisa belajar  mengurus bayi sambil mengasuh balita. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih kreativitas dan belajar menangani banyak tanggung jawab. Selain itu, ibu tetap harus menyeimbangkan merawat diri sendiri. Sebisa mungkin luangkan waktu untuk diri sendiri. Seperti pergi ke salon untuk pijat dan perawatan tubuh lainnya. Ibu juga tetap perlu jalan-jalan menenangkan diri di kedai kopi misalnya, atau pergi ke perpustakaan. Tetaplah jadi ibu yang kreatif dalam bersikap untuk diri sendiri.

Itulah beberapa cara yang perlu dilakukan ibu ketika hamil sambil harus menugrus balita. Kehamilan memang kondisi yang melelahkan namun dengan strategi dan rencana yang baik semua bisa diatasi. Jangan ragu untuk meminta bantuan dan komunikasikan semua keluhan kepada pasangan.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *