Anak Susah Makan, Perlukah Memberi Vitamin Penambah Nafsu Makan?

Anak Makan. FOTO/Pixabay

Anak Makan. FOTO/Pixabay

Orang tua terutama ibu akan merasa panik ketika anaknya menolak saat diberi makan. Perasaan khawatir atas tumbuh kembang menjadi peringkat pertama yang membuat ibu merasa sangat cemas. Belum lagi nyinyiran dari beberapa orang sekitar, “anaknya kurus, makannya susah ya,” “engga nafsu makan ya anaknya, engga berselera?” kalimat-kalimat seperti itu justru memperkeruh suasana hati ibu.

Jalan terakhir yang biasa dipilih ibu ketika menghadapi anak-anak susah makan adalah memberinya suplemen atau vitamin penambah nafsu makan. Vitamin penambah nafsu makan memang mudah didapatkan dipasaran dan dijual bebas di apotek tanpa perlu resep dokter. Sebagian ibu mengamini bahwa cara tersebut bekerja dengan baik dapat mengembalikan nafsu makan anak. Namun, apakah sebenarnya perlu memberikan anak vitamin penambah nafsu makan?

Apa itu suplemen vitamin penambah nafsu makan?

Suplemen atau vitamin penambah nafsu makan adalah obat yang dapat meningkatkan nafsu makan. Suplemen ini dibutuhkan ketika terjadi penurunan nafsu makan karena nutrisi tidak dapat terpenuhi.

Dilansir dari laman Healthline, Vitamin, mineral, dan herbal efektif merangsang nafsu makan dan memenuhi kekurangan kebutuhan nutrisi akibat pnurunan nafsu makan. Beberapa kandungan suplemen yang dibutuhkan diantaranya zinc, tiamin, dan minyak ikan.

Penurunan nafsu makan terjadi karena tahap perkembangan ataupun kondisi medis. Walapun  biasa dijual dipasaran sebaiknya penggunaan untuk balita perlu dilakukan konsultasi dengan dokter.

Perlukah anak-anak mengkonsumsi suplemen vitamin penambah nafsu makan?

Dilansir dari Mayo Clinic, suplemen vitamin penambah nafsu makan tidak diperlukan untuk anak yang sehat dan normal. Memberikan makanan cukup nutrisi merupakan cara terbaik. Selain makanan pokok orang tua dapat memberinya camilan padat nutrisi.

Meskipun anak-anak cenderung pilih-pilih soal makanan dan sering menolak makanan yang dimasak ibu, bukan berarti mereka kekurangan nutrisi.  Coba ibu ingat-ingat, banyak makanan lain yang masuk dalam tubuh anak seperti susu, jus, sereal misalnya.  Semua makanan itu kaya nutrisi seperti vitamin B, vitamin D, kalsium dan zat besi.  Jadi, sebenarnya anak sudah mendapat banyak vitamin dan mineral dari yang orang tua kira.

Alasan mengapa orang tua tidak boleh sembarangan memberikan suplemen vitamin penambah nafsu makan karena ada risikonya. Dosis yang berlebihan  (vitamin dan mineral) dapat menjadi racun dalam tubuh anak. selain itu beberapa vitamin dan mineral dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang mungkin dikonsumsi anak.

Kondisi anak yang boleh diberikan suplemen vitamin penambah nafsu makan

Sebaiknya sebelum memutuskan memberikannya bicarakan dengan dokter agar dosis vitamin dan mineral yang masuk pada tubuh anak sesuai kebutuhan.  Berikut beberapa kondisi anak yang membutuhkan suplemen vitamin penambah nafsu makan:

  1. Memiliki keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan fisik.
  2. Memiliki penyakit kronis tertentu atau alergi makanan.
  3. Anak yang sangat susah makan dan asupan gizinya rendah.
  4. Anak yang sedang meenjalani pola makan tertentu seperti vgetarian misalnya.

Sebaiknya orang tua memahami kondisi dan pola makan anak agar tidak terlalu gegabah dalam mengambil keputusan memberikan anak suplemen vitamin penambah nafsu makan. Jika orang tua ragu konsultasikan kepada dokter anak dan jika memang dibutuhkan pastikan suplemen aman bagi anak.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *