Anak Hadapi Situasi Sulit: Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

Anak Sekolah. FOTO/Pixabay

Anak Sekolah. FOTO/Pixabay

Penyebaran virus Covid-19 hingga saat ini masih terus terjadi. Dampak tersebut juga berpengaruh terhadap anak-anak. Karena penutupan sekolah  secara offline beralih secara online, maka anak-anak akan merasakan bagaimana susahnya jarak fisik. Beberapa anak mungkin merasa lebih terisolasi, cemas, bosan dengan rutinitasnya. Selain itu ada ketakutan, sedih dengan dampak virus yang bisa saja menyerang keluarga mereka.

Seperti disampaikan Juru Bicara Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro pada jumat lalu 23 Juli 2021 bertepatan pada “Hari Anak Nasional”, bahwa anak-anak Indonesia mengalami beragam situasi yang kompleks selama pandemi.

Setidaknya 80 juta anak Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ia juga menjelaskan, sekitar 60 juta anak kehilangan memori indahnya bersekolah yang tidak dapat dilakukan secara normal. Selain itu, pembelajaran jarak jauh tidak semua anak dapat mengaksesnya karena keterbatasan fasilitas, perangkat, dan keuangan. Selain sekolah, kesempatan bermain, bersosialisasi, mengenal alam terbuka juga sangat sulit dilakukan. Ditambah kerasnya dunia maya khususnya media sosial memberi ancaman bagi anak berupa perundungan, diskriminasi, kekerasa verbal, dan pelecehan.

Masalah besar lain yang membebani mental anak-anak ketika orangtua mereka terkonfirmasi Covid 19. Bahkan hingga meninggal dunia.

“Tekanan dan beban mental saat menjalani pandemi pasti tidak mudah bagi anak-anak Indonesia. Hal yang paling membuat sedih, beberapa anak kehilangan orangtuanya yang menderita Covid-19 karena kondisi tidak bisa terselamatkan,” ungkapnya.

Penting melindungi anak-anak agar mereka merasa aman dan tetap sehat secara fisik, mental psikologis selama masa pandemi. Melindungi mereka secara fisik dan mental berarti  menyelamatkan masa depannya.

Tips menjaga kesehatan mental anak selama masa pandemi

Tidak mudah bagi anak menghadapi situasi pandemi. Situasi sulit tentu saja membuat anak merasa tertekan secara emosional dan mental. Begitupun dengan orang tua, pasti kebingungan beradaptasi membimbing dan mengasuh anak. berikut tips menjaga kesehatan mental anak yang dilansir dari laman Young Minds.

  1. Berkomunikasi secara terbuka

Bicaralah dengan anak tentang apa yang terjadi. Katakan kepada anak bahwa tidak apa-apa merasa takut, khawatir, marah, sedih atau perasaan lainnya. Selalu jaga komunikasi agar anak terbuka kepada orang tua.

  1. Selalu jawab pertanyaan anak

Usahakan untuk menjawab pertanyaan anak dan meyakinkan mereka sesuai usianya. Memang, tidak semua masalah terkadang orang tua mengetahui jawabannya. Namun, membicarakan semuanya dan tetap menagggapi dengan berdiskusi dapat memebantu anak merasa lebih tenang.

  1. Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Dorong anak melakukan aktivitas yang membantu mengurangi kekhawatirannya. Misalnya berolahraga bersama ditempat yang aman, menonton film favorit di rumah, membaca buku, memasak atau membuat kue bersama, menelpon teman, menggambar.

  1. Yakinkan pandemi akan berlalu

Yakinkan anak bahwa situasi ini tidak terjadi selamanya. Dan katakan jika orang tua akan menjaganya, melewati bersama. Kemungkinan anak khawatir dan takut keadaan tak kembali seperti semula dan membuatnya semakin frustasi.

  1. Luangkan waktu bersama

Meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan positif membantu anak lebih tenang. Istirahat bersama memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan kekhawatirannya.

  1. Konsisten menemaninya

Pertahankan rutinitas yang memungkinkan membantu anak merasa aman dan terlindungi. Sperti tidur secara tertaur, makan bersama, dan melakukan hobi bersama.

Menjaga kesehatan mental anak selama masa pandemi memang sedikit susah bagi orang tua. Namun tetaplah konsisten hingga pandemi berlalu agar anak merasa nyaman dan aman.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *