6 Masalah Menyusui yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Ibu Menyusui. FOTO/Pexels

Ibu Menyusui. FOTO/Pexels

Manfaat ASI sangat bagus untuk daya tahan tubuh bayi ya bu. Sehingga dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Selain baik untuk daya tahan tubuh bayi, ASI lebih mudah dicerna dibandingkan susu formula yang belum tentu cocok untuk pencernaan bayi.

Menurut data CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), Tahun 2016 sekitar 81% Ibu baru setuju mengenai pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan menyusui bayinya setalah melahirkan. Namun, hanya sekitar 52% yang berhasil. Ada beberapa masalah yang terjadi sehingga pemberian ASI terhenti. Berikut beberapa masalah menyusui dan solusinya yang dilansir dari laman Parents.

Payudara Bengkak

Sebenarnya payudara yang bengkak ketika menyusui umum terjadi ya bu , biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama menyusui. Terasa tidak nyaman dan sedikit sakit. Hal itu disebabkan karena ASI penuh, bayi terlalu lama tidak menyusu atau bayi hanya menyusu dengan durasi yang sangat pendek.

Cara mengatasinya, sering-seringlah menyusui setidaknya 8 hingga 12 kali dengan kedua payudara ya bu. Pastikan posisi bayi nyaman saat menyusu dan pelekatan dengan tepat agar bayi dapat menyusu dengan optimal dan dapat mengosongkan payudara. Selain itu, bisa memerah dengan tangan atau pompa ASI ketika bayi sudah kenyang, mengompres dengan air hangat pada payudara untuk melancarkan aliran ASI.

Bingung Puting

Bingung puting terjadi pada bayi yang menyusu dari dot di awal kelahirannya. Sehingga bayi akan bingung ketika dihadapkan pada payudara Ibu dan menolak untuk disusui secara langsung dari payudara Ibunya.

Agar bayi tidak bingung puting sebaiknya jangan berikan dot diawal kelahirannya, sampai benar-benar mendapatkan rutinitas menyusui yang stabil. Setidaknya hingga satu bulan pertama. Lalu bagaimana mengatasi bayi yang sudah terlanjur bingung puting? Hal ini tergantung seberapa lama bayi mengalami bingung puting. Cara yang paling tepat adalah konsultasikan dengan konsultan laktasi dan selalu cek popok bayi pastikan bayi cukup minum ASI atau tidak.

Puting Lecet hingga Pecah

Posisi bayi yang tidak tepat saat menyusu merupakan penyebab umum mengapa puting Ibu lecet dan pecah. Puting yang terluka terjadi karena tekanan gusi dan lidah bayi.

Untuk menghindari puting yang terluka, pastikan pelekatan menyusui benar dengan posisi yang tepat. Ketika terasa sangat sakit, coba hentikan menyusui sejenak dan ulangi lagi dengan posisi yang tepat mulut dan hidung bayi menghadap pada puting Ibu. Selain itu, mulailah menyusui dengan payudara yang tidak sakit karena bayi cenderung menghisap dengan kuat diawal menyusu. Setelah selesai menyusui, oleskan ASI pada puting yang terluka, karena ASI memiliki sifat anti bakteri agar tidak terjadi infeksi. Terakhir, cobalah memberikan cream yang dianjurkan oleh dokter.

Merasa Produksi ASI tidak Cukup

Menurut studi Pediatrik, hal ini menjadi alasan nomor satu Ibu berhenti menyusui pada 6 bulan awal dan mengenalkan anak pada sumber nutrisi lainnya bahkan makanan padat. Hampir 95% Ibu sebenarnya mampu memberikan ASI yang cukup untuk bayinya. Secara teori menyusui diibaratkan supply-demand semakin banyak permintaan semakin banyak ASI diproduksi.

Untuk mengatasinya sering-seringlah menyusui bayi anda, bila perlu lakukan pompa ASI diwaktu tertentu. Selain itu cukupi nutrisi Ibu, minum air putih yang cukup, dan tambah porsi kalori.

Selain beberapa masalah diatas ada dua masalah lain yang lebih susah dan membutuhkan penangnan yang serius, berikut dua permasalahan yang dilansir dari laman The Bump.

Clogged Ducts Milk

Clogged ducts milk adalah masalah yang terjadi karena tersumbatnya aliran ASI karena payudara terlalu penuh. Sehingga ASI yang seharusnya mengalir keluar kembali lagi.  Tanda jika ada saluran yang tersumbat adalah adanya benjolan keras pada payudara Ibu. Jika dipegang terasa sakit dan biasanya memerah. Jika Ibu merasa demam kemungkinan awal dari mastitis. Clogged ducts milk selain karena payudara yang penuh juga bisa terjadi karena penggunaan bra yang terlalu ketat, dan memompa ASI secara tidak optimal.

Sebaiknya terus susui bayi Ibu hingga payudara benar-benar kosong dan tidak ada lagi sumbatan, bantu dengan kompres hangat serta pijat dengan lembut.

Mastitis

Mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang disebabkan infeksi bakteri,  ataupun saluran aliran ASI yang tersumbat. Mastitis ditandai dengan payudara yang memerah, sering terasa gatal pada payudara, terasa perih saat menyusui, terdapat benjolan seperti bisul pada payudara, ukuran payudara lebih besar karena pembengkakan, puting mengeluarkan nanah, merasa sangat lelah, demam, terdapat pembesaran kelenjar getah bening di ketiak.

Solusi untuk mengatasi mastitis tetap susui bayi Ibu, dan pompa ASI jika bayi belum mengosongkan payudara, hindari penggnaan bra yang ketat, minum yang cukup, kompres payudara dengan air hangat. Jika cara tersebut tidak berhasil perlu dilakukan secara medis dengan konsumsi  antibiotik yang diresepkan dokter bahkan dilakukan tindakan operasi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *