10 Keluhan pada Kehamilan Trimester Pertama dan Cara Mengatasinya

Kehamilan trimester pertama dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir hingga 12 minggu. Fase ini biasanya dianggap fase yang sangat berat dan rentan bagi Ibu hamil. Selain banyak keluhan yang membuat tubuh Ibu kurang nyaman juga kekhawatiran yang dialami Ibu soal perkembangan janinnya.

Tak jarang Ibu berfikir keluhan yang dialami di trimester pertama akan mengganggu perkembangan janin dalam perutnya. Dilansir dari laman WebMD, berikut keluhan yang sering terjadi pada kehamilan trimester pertama

Ibu hamil sedang duduk. FOTO/Pixabay

Ibu hamil sedang duduk. FOTO/Pixabay

  1. Pendarahan

Setidaknya hampir 25% Ibu hamil mengalami pendarahan diawal kehamilannya. Pendarahan ini sebagai tanda bahwa telah terjadi pembuahan pada embrio dalam rahim. Biasanya pendarahan ini cukup ringan seperti bercak darah jadi tak perlu terlalu khawatir ya bu.

Namun, jika pendarahan semakin parah disertai kram perut dan terjadi berhari-hari sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Bisa jadi hal tersebut tanda-tanda keguguran atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

  1. Morning Sickness

Setidaknya data menunjukkan sekitar 85% Ibu hamil mengalami morning sickness. Mual dan pusing menjadi rutinitas disaat bangun tidur dan tak jarang berlanjut hingga seharian. Hal ini terjadi karena perubahan hormon HCG.

Untuk meredakan rasa mual, hindari makan-makanan yang memperparah ya bu, makan makanan segar seperti buah-buahan, camilan, permen, atau jus segar. Jika kondisi semakin parah konsultasikan kepada dokter pastikan Ibu dan janin tidak kekurangan nutrisi.

  1. Nyeri pada Payudara

Nyeri pada payudara bisa jadi tanda awal kehamilan hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal. Nyeri terjadi karena payudara sedang berkembang dan mempersiapkan saluran ASI untuk bayi Ibu nanti.

Untuk mengatasi nyeri pada payudara Ibu bisa menggunakan bra yang tidak terlalu ketat, jangan gnakan bra dengan kawat penyangga sebaiknya gunakan sport bra atau maternity bra.

  1. Sembelit

Sembelit terjadi karena tingginya kadar hormon progesteron selama kehamilan. Kadar hormon progesteron yang tinggi membuat kerja otot dalam sistem pencernaan melambat. Selain itu tambahan zat besi dan vitamin yang dikonsumsi jga turt mempengaruhi ya bu.

Jangan terlalu khawatir, sembelit bisa diatasi dengan konsumsi makanan tinggi serat, minm air putih yang cukup, dan tetap lakukan aktivitas fisik ya bu. Namun jika sembelit yang Ibu alami semakin parah bisa menggunakan obat pencahar atau pelunak tinja yang direkomendasikan untuk Ibu hamil.

  1. Keputihan

Keputihan termasuk hal yang wajar terjadi pada Ibu hamil. Selama keputihan berwarna putih dan tidak berbau tidak perlu khawatir ya bu. Kecuali keputihan telah berubah warna menjadi kehijauan dan berbau bisa konsultasikan kepada dokter.

Untuk mengatasinya cukup gunakan panty liner ya bu.

  1. Mudah Lelah dan Pusing

Saat hamil tubuh Ibu juga menopang janin yang terus berkembang. Selain mudah lelah Ibu juga akan sering pusing atau anemia jika tak mendapatkan asupan zat besi yang cukup sehingga memicu kelelahan lebih parah.

Cara mengatasinya, usahakan istirahat cukup disiang hari, minum air putih lebih banyak, konsumsi makanan tinggi zat besi.

  1. Selera Makan yang Berubah-Ubah

Seringkali Ibu mengalami hal ini. Menurut penelitian lebih dari 60% Ibu hamil mengalami ngidam. Anehnya keinginan makan makanan ini tak lazim atau berbeda dari kebiasaan Ibu pada kondisi sebelum hamil. Bisa saja sebelum hamil tidak menyukai satu jenis makanan tertentu, dan ketika hamil justru ingin sekali memakannya.

Kendalikan keinginan Ibu, pastikan asupan yang Ibu makan sesuai kebutuhan. Jangan terlalu banyak makan makanan yang tinggi kalori ya bu.

  1. Sering Buang Air Kecil

Memang di trimester pertama ini janin masih sangat kecil, namn rahim Ibu semakin membesar dan berkembang sehingga menekan kandung kemih. Selain itu ketika hamil kerja ginjal meningkat hingga 50%  sehingga urine yang dihasilkan lebih banyak.

Cara mengatasinya sebaiknya minum air putih yang cukup, hindari minum-minuman berkafein.

  1. Mood Swings

Meningkatnya hormon progesteron dan esterogen membuat mood Ibu cepat sekali berubah-ubah. Dari perasaan bahagia dan euforia bisa berubah menjadi perasaan cemas, ingin menangis bahkan sampai rasa depresi.

Cara mengatasinya, usahakan selalu sharing dan komunikasikan dengan pasangan ataupun orang terdekat, berfikir positif dan menerima kondisi.

  1. Kenaikan Berat Badan

Seringkali kenaikan berat badan dianggap wajar dan baik ketika Ibu sedang hamil. Namun perlu diketahui kenaikan berat badan secara berlebihan juga kurang baik ya bu. Bukan berarti Ibu harus makan 2 kali lipat dari kondisi normal karena asumsi memberi makan 2 orang, Ibu hanya perlu menambah 150 kalori per hari dari kondisi sebelumnya di terimester pertama ya bu.

Untuk menambah kalori, pastikan Ibu makan makanan yang sehat, hindari makanan yang terlalu tinggi kalori. Jangan lupa makan sayur, buah, dan daging yang tidak terlal banyak lemak ya bu.

Itulah beberapa permasalahan yang dikeluhkan Ibu pada kehamilan trimester pertama. Selama keluhan masih dalam batas normal sebaiknya Ibu tidak perlu terlalu cemas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *